Salah Egois Itu Tidak Salah

Salah Egois Itu Tidak Salah

Samsungbola - Pemain bintang Liverpool Mohamed Salah tengah dikritik usai Sadio Mane marah-marah. Legenda Liverpool Robbie Fowler yakin keegoisan Salah bukan hal buruk.

Mane terlihat meluapkan emosinya usai digantikan pelatih Juergen Klopp saat Liverpool bertandang ke Burnley. Penyerang Senegal itu kesal karena Salah tak mau mengoper bola kepada Mane meski berdiri bebas. Salah malah memaksakan diri untuk mencetak gol dan gagal.

Insiden ini menciptakan anggapan bahwa Salah adalah penyerang yang egois. Striker Liverpool itu diminta untuk lebih mengutamakan kemenangan tim, daripada ambisi pribadinya untuk mencetak gol.

Fowler menilai saga Salah dan Mane berlebihan. Mantan pemain yang telah mencetak lebih dari 150 gol untuk Liverpool itu ingin agar Salah tetap egois, mengingat tugasnya adalah membobol gawang lawan. Sejujurnya saya tidak pernah mendengar omong kosong seperti hal yang dinilai sebagai cekcok di antara Mane dan Mo Salah.

Semua orang berkomentar dan membicarakan omong kosong soal menjadi serakah atau menghancuran semangat tim, pernahkah mereka menyaksikan sepakbola sebelumnya? Anda tidak bisa menjadi pencetak gol berkelas tanpa kepercayaan diri untuk membobol gawang lawan. Itulah yang dilakukan para pencetak gol.

Saya melihat rekor Salah dan berpendapat jika ia akan tetap melakukan hal itu. Anda tidak akan mencetak banyak gol, tanpa menjadi apa yang orang bilang sebagai egois.

Tetapi apa yang orang-orang mau? Apakah mereka ingin Salah sebagai pencetak gol atau ia sebagai pemain yang selalu memberi umpan? Anda tidak benar-benar bisa menjadi keduanya.

Keegoisan Mohamed Salah yang berujung kemarahan Sadio Mane dalam pertandingan melawan Burnley di pekan keempat Liga Inggris, Sabtu (31/8), dianggap bagus untuk Liverpool. Dalam laga di Stadion Turf Moor tersebut The Reds menang telak 3-0 lewat gol bunuh diri Chris Wood, Mane, dan Roberto Firmino.

Tetapi, kemenangan Liverpool tersebut sedikit ternoda dengan kemarahan Sane di bangku cadangan Liverpool. Sane mengamuk usai diganti manajer Juergen Klopp di menit ke-85.

Sane marah-marah di hadapan rekan setimnya dan juga ofisial Liverpool di bangku cadangan. Sejumlah sumber menyebutkan Salah berang dengan sikap Mohamed Salah yang tidak mengoper bola kepadanya saat di kotak penalti Burnley di menit ke-84.

Karena keegoisan Salah, Liverpool gagal menambah gol. Padahal ketika Salah memegang bola, Mane sudah dalam posisi bebas dan berpeluang besar menambah skor untuk tim tamu.

Mantan penyerang Stoke City dan Burnley, Jon Walters, menyebut sikap Salah yang serakah dan berbuntut kemarahan Mane sudah benar serta bagus untuk Liverpool.

Hal yang bagus bahwa striker seperti itu [egois] dengan pemain lain. Liverpool punya tim yang bagus sehingga akan segera dilupakan, Tidak ada keraguan bahwa Mohamed Salah menginginkan gol, tetapi penting untuk memiliki kompetisi itu di tim Anda.
Tidak ada komentar!
Silahkan login terlebih dahulu untuk memberikan komentar